yoankharisma

Refleksi TEKNOLOGI INFORMASI dulu, kini, dan esok

Posted on: December 6, 2010

Pendahuluan

Awalnya, persoalan filsafat ilmu adalah persoalan sekitar masalah metode dan substansi yang tidak pernah terpisahkan dari apa yang telah lama disebut sebagai filsafat alam atau nature pshilosphy. Plato dan Aristoteles sejak lama memperlihatkan perhatian secara cremate terhadap kasus-kasus aktual, akan tetapi mereka masih asyik dengan petimbangan-pertimbangan ontologis, epistemologis dan empiris yang sama secara campur baur. Baik Plato ataupun Aristoteles tidak selalu murni metafisik ataupun murni empiris walaupun keduanya mempunyai aspek metodologis yang mirip dengan filsafat ilmu modern.

Manusia tidak mempunyai jalur langsung untuk memasuki alam. Satu-satunya jalan menuju pengetahuan adalah melalui pikiran ilahi. Sehingga semua persoalan utama dalam filsafat ilmu dinyatakan kembali sebagai persoalan teologis, sebagai hubungan antara kemahatuhaan Allah dan pengetahuan manusia yang serba terbatas.

Ilmu di Zaman Pra Eropa

Zaman tertua dari pertumbuhan ilmu ialah Zaman Kuno yang, menurut The Liang Gie, terbentang antara tahun 4.000 sebelum Masehi sampai tahun 400 Masehi. Zaman Kuno itu dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

1.Tahun 4.000 – 600 S.M. : Masa Mesir dan Babilon

2.Tahun 600 – 30 S.M. : Masa Yunani Kuno

3.Tahun 30 S.M. – 400 M. : Masa Romawi

Kemunculan ilmu pengetahuan Eropa bermula pada akhir abad keenam (VI) dan kelima (V) sebelum Masehi, ketika filosof-filosof Yunani menempati pantai dan pulau Meditarenian Timur.

Di Eropa ilmu mendapatkan kemajuan yang berkesinambungan selama 500 tahun. Ada dua disiplin yang dipelajari pada waktu dan mendekati kematangannya, yaitu ilmu kedokteran dan matematika. Peradaban Yunani-Romawi mencapai penggenapan siklusnya pada sekitar tahun 1.000 M. Kontak antara Islam dan Eropa Latin, dengan demikian, jelas-jelas berlangsung melalui Spanyol dimana kaum Kristiani dan Yahudi dapat bertindak sebagai perantara dan penterjemah. Mulai sejak abad ke-12 M.

Ilmu di Zaman Eropa

Filsafat dan ilmu yang dikenal di dunia Barat dewasa ini berasal dari zaman   Yunani Kuno. Filsafat ilmu lazim dikenal sebagai sebuah kajian atau disiplin ilmu tentang ilmu pengetahuan yang dikalim sebagai ilmu Eropa. Ilmu adalah ciptaan bangsa Eropa. Meskipun peradaban-peradaban lain memberikan berbagai kontribusi yang penting kepadanya, dan walaupun di masa kini semua bangsa berpartisipasi dalam penelitian.

Pada abad ke-17 M. terjadi perumusan kembali yang radikal terhadap objek-objek, metode-metode dan fungsi-fungsi pengetahuan alamiah (the natural sciences). Revolusi dalam filsafat mengubah bentuk ilmu Eropa menjadi sesuatu yang unik. Di masa sekarang filsafat kemudian disuntikkan ke dalam perkembangan ilmu yang sedang tumbuh subur.

Keberhasilan filsafat baru itu terbukti nyata menjalang akhir abad ke-17 M. Namun demikian, lagi-lagi yang mesti dicatat, ilmu Eropa tetap berhutang budi pada keberhasilan-keberhasilan masa lampau dan karakter khususnya yang mempunyai andil pada metafisika dan metode-metodenya.

Ilmu di Zaman Islam

Islam tidak hanya mendukung adanya kebebasan intelektual, tetapi juga membuktikan kecintaan umat Islam terhadap ilmu pengetahuan dan sikap hormat mereka kepada ilmuwan, tanpa memandang agama mereka. Periode antara 750 M dan 1100 M adalah abad masa keemasan dunia Islam. Plato dan Aristoteles telah memberikan pengaruh yang besar pada mazhab-mazhab Islam. Salah satu contohnya adalah Al Farabi. Al Farabi sangat berjasa dalam mengenalkan dan mengembangkan cara berpikir logis (logika) kepada dunia Islam.

Al Khawarizmi membina aljabar yang telah dimulai oleh Diophantes (250 SM) dari Yunani. Abu Raihan Ibn Ahmad Al=Biruni adalah seorang jenius yang juga besar di bidang ilmualam dan filsafat. Bukunya yang paling terkenal  Al-Atsaru’I-Baqiyah ‘an-al-Qurun al-Khaliyah (Tambo Bangsa-bangsa Purba). alah seorang ahli kimia muslim yang terbesar adalah Abu Musa Jabir ibn Hayyan      (± 700-777 M, jaya 721-766 M). Ibn Hayyan mengatakan :”Pendirian-pendirian yang berdasarkan ‘kata si Anu’, artinya : perkataan yang tidak disertai bukti penyelidikan, tidak berharga di dalam Ilmu Kimia.

Ilmu di Zaman Modern

Dengan berakhirnya Zaman Pencerahan dunia memasuki Zaman Modern mulai abad ke-17 M. Pengertian ilmu yang modern dan berlainan dengan ilmu lama atau klasik mulai berkembang dalam abad ini. Perkembangan itu terjadi karena perkembangan tiga hal pokok yaitu :

(1) Perubahan alam pikiran manusia,

(2) Kemajuan teknologi, dan

(3) Lahirnya metode ilmiah.

Para sejarawan menyebut abad ke-17 M. sebagai the Century of Genius (abad orang-orang berbakat luar biasa). Sejak abad ke-17 M. ilmu sudah memisahkan diri dari Filsafat. Kemampuan akal selanjutnya didukung oleh perkembangan teknologi lalu menjadi perpanjangan dari hasil kemajuan kemampuan berfikir manusia.

Setelah abad ke-20 M, pertumbuhan ilmu di dunia mengalami ledakan. Hampir setiap tahun puluhan penemuan dari hasil penelitian para ilmuwan muncul. Ilmu Kedokteran, Ilmu Kimia, dan Ilmu Ekonomi. Prestasi-prestasi ilmiah terlalu besar bahkan untuk dikatalogkan.

Karakteristik Filsafat Ilmu

Sebagai sebuah disiplin, filsafat ilmu pertama-tama berusaha menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penelitian ilmiah yaitu : prosedur-prosedur  pengamatan, pola-pola argumen, metode-metode penyajian dan perhitungan, pengandaian-pengandaian metafisik dan seterusnya.

1. Periode Klasik dan Abad Pertengahan (Permulaan Filsafat Alam)

Pada mulanya persoalan-persoalan ilmu adalah di sekitar metode dan substansi yang tidak terpisahkan dari apa yang telah lama disebut sebagai filsafat alam.

2. Abad ke-17 dan ke-18

Abad ini dikenal dengan abad skularisasi pembelajaran yang memindahkan pusat perdebatan filasafis dan ilmiah dari biara-biara kepada universitas-unversitas dan

bahkan di salon-salon secara teratur di kalangan artis, penulis dan lain-lain,antara filsafat dan teologi.

3. Sebelum Perang Dunia Pertama : Filsafat Fisika Klasik

Perdebatan dalam filsafat ilmu abad ke-19 berpusat pada topik-topik pinggiran dan menghindari isu-isu yang dapat mempertanyakan kemapanan fisika klasik Newton.Validitas sistem klasik tidak dipersoalkan.

4. Abad ke-20

Di pertengahan abad ke-20 M. perdebatan dalam filsafat ilmu menjadi semakin mendalam, rumit dan kritis. Tema-tema utama perdebatan sebagian besar diperkenalkan dalam diskusi periode sekitar tahun 1900.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • None
  • No comments yet

Archives

%d bloggers like this: